Dr. H. Saidul Amin, MA
Bergabung sejak 19 Feb 2026
Merupakan seorang akademisi, ulama, dan tokoh organisasi Islam yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan, pemikiran Islam, serta penguatan ekonomi syariah di Provinsi Riau. Ia lahir di Pematang Siantar pada 26 Maret 1970. Sejak usia muda, beliau telah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap pendidikan agama dan pemikiran Islam, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu tokoh penting di lingkungan akademik dan organisasi keislaman.
Masa pendidikan dasar ditempuh di Pematang Siantar. Pendidikan menengah dilanjutkan di Perguruan Thawalib Padang Panjang, dan pendidikan jenjang SLTA ditempuhnya di Kulliyat al-Ulum al-Islami (KUI) Thawalib Padang Panjang dan pada saat. yang sama juga menyelesaikan studinya di SMA Muhammadiyah Padang Panjang.
Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang perguruan tinggi yang dimulai di Jurusan Aqidah Filsafat, Fakultas Usuluddin, IAIN Imam Bonjol Padang. Setelah mengabdi di almamater selama setahun, melanjutkan studi Master of Islamic Revealed Knowledge (MIRKH) di International Islamic University Malaysia (IIUM). Kemudian kembali mendalami Ilmu ke-Ushuluddinan pada Master of Usuluddin di Jabatan Akidah dan Pemikiran Islam, Akademi Pengajian Islam, University Malaya. Beliau juga menyelesaikan Ph.D di kampus yang sama. Fokus keilmuan beliau pada bidang Akidah dan Islamic Thought memperkuat posisinya sebagai pemikir Islam yang konsisten mengkaji pembaharuan dan dinamika teologi kontemporer.
Dalam karier profesionalnya, Saidul Amin mengabdikan diri sebagai dosen dan staf pengajar di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Selain itu, beliau juga menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Muhammadiyah Riau serta dosen Pascasarjana di UIN SUSKA Riau Dan Universitas Islam Riau (UIR). Kiprah akademiknya yang panjang dan dedikatif membawanya dipercaya sebagai nakhoda pada dua perguruan tinggi dibawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Diawali dengan menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), kemudian diamanahkan juga sebagai Vice Chancellor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Suatu amanah besar dalam memimpin institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu dan nilai-nilai keislaman.
Selain aktif di dunia akademik, beliau juga memiliki peran strategis dalam berbagai organisasi. Dikader di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, juga tercatat sebagai Ketua Komisioner Badan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau. Kiprah organisasinya berlanjut sebagai Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Riau serta Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau. Yang terbaru, Ia dimanahkan sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Peran-peran tersebut menunjukkan komitmen beliau dalam membangun sinergi antara pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi umat berbasis syariah.
Dalam bidang penelitian, Saidul Amin dikenal produktif dan memiliki perhatian besar terhadap pembaharuan pemikiran Islam. Beberapa penelitian yang pernah dilakukannya antara lain: Gerakan Salafi di kota Pekanbaru, "Tuhan Mati" : Studi terhadap Filsafat Ketuhanan F.W.Nietzsche (1844-1900), Skeptisme Agama dalam Filsafat David Hume (1711-1776) Pembaharuan dalam Pembaharuan: Studi Terhadap Pemikiran Pembaharuan Ahmad Khan (1817–1898), dan Muhammad Abduh (1849–1905), Perdebatan Kaum Tua Dan Kaum Muda di Minangkabau, Teologi Sunnatullah (Studi Terhadap Konsep Takdir Prof. Dr. Harun Nasution), serta kajian tentang Filsafat abad XX, dan Filsafat Feminisme. Karya-karya tersebut memperlihatkan keluasan wawasan dan kedalaman analisisnya dalam merespons tantangan pemikiran Islam modern dan kontemporer.
Sebagai pribadi, Saidul Amin dikenal sebagai sosok yang sederhana, intelektual, dan konsisten dalam perjuangan dakwah serta pengembangan pendidikan Islam. Beliau terus mengabdikan diri bagi kemajuan umat melalui pendidikan, organisasi, dan kontribusi pemikiran yang berkelanjutan.
Masa pendidikan dasar ditempuh di Pematang Siantar. Pendidikan menengah dilanjutkan di Perguruan Thawalib Padang Panjang, dan pendidikan jenjang SLTA ditempuhnya di Kulliyat al-Ulum al-Islami (KUI) Thawalib Padang Panjang dan pada saat. yang sama juga menyelesaikan studinya di SMA Muhammadiyah Padang Panjang.
Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang perguruan tinggi yang dimulai di Jurusan Aqidah Filsafat, Fakultas Usuluddin, IAIN Imam Bonjol Padang. Setelah mengabdi di almamater selama setahun, melanjutkan studi Master of Islamic Revealed Knowledge (MIRKH) di International Islamic University Malaysia (IIUM). Kemudian kembali mendalami Ilmu ke-Ushuluddinan pada Master of Usuluddin di Jabatan Akidah dan Pemikiran Islam, Akademi Pengajian Islam, University Malaya. Beliau juga menyelesaikan Ph.D di kampus yang sama. Fokus keilmuan beliau pada bidang Akidah dan Islamic Thought memperkuat posisinya sebagai pemikir Islam yang konsisten mengkaji pembaharuan dan dinamika teologi kontemporer.
Dalam karier profesionalnya, Saidul Amin mengabdikan diri sebagai dosen dan staf pengajar di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Selain itu, beliau juga menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Muhammadiyah Riau serta dosen Pascasarjana di UIN SUSKA Riau Dan Universitas Islam Riau (UIR). Kiprah akademiknya yang panjang dan dedikatif membawanya dipercaya sebagai nakhoda pada dua perguruan tinggi dibawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Diawali dengan menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), kemudian diamanahkan juga sebagai Vice Chancellor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Suatu amanah besar dalam memimpin institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu dan nilai-nilai keislaman.
Selain aktif di dunia akademik, beliau juga memiliki peran strategis dalam berbagai organisasi. Dikader di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, juga tercatat sebagai Ketua Komisioner Badan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau. Kiprah organisasinya berlanjut sebagai Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Riau serta Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau. Yang terbaru, Ia dimanahkan sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Peran-peran tersebut menunjukkan komitmen beliau dalam membangun sinergi antara pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi umat berbasis syariah.
Dalam bidang penelitian, Saidul Amin dikenal produktif dan memiliki perhatian besar terhadap pembaharuan pemikiran Islam. Beberapa penelitian yang pernah dilakukannya antara lain: Gerakan Salafi di kota Pekanbaru, "Tuhan Mati" : Studi terhadap Filsafat Ketuhanan F.W.Nietzsche (1844-1900), Skeptisme Agama dalam Filsafat David Hume (1711-1776) Pembaharuan dalam Pembaharuan: Studi Terhadap Pemikiran Pembaharuan Ahmad Khan (1817–1898), dan Muhammad Abduh (1849–1905), Perdebatan Kaum Tua Dan Kaum Muda di Minangkabau, Teologi Sunnatullah (Studi Terhadap Konsep Takdir Prof. Dr. Harun Nasution), serta kajian tentang Filsafat abad XX, dan Filsafat Feminisme. Karya-karya tersebut memperlihatkan keluasan wawasan dan kedalaman analisisnya dalam merespons tantangan pemikiran Islam modern dan kontemporer.
Sebagai pribadi, Saidul Amin dikenal sebagai sosok yang sederhana, intelektual, dan konsisten dalam perjuangan dakwah serta pengembangan pendidikan Islam. Beliau terus mengabdikan diri bagi kemajuan umat melalui pendidikan, organisasi, dan kontribusi pemikiran yang berkelanjutan.