Yeeri Badrun

Yeeri Badrun

Bergabung sejak 25 Nov 2025

merupakan seorang akademisi yang mengabdikan ilmunya sebagai dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), khususnya pada Program Studi Biologi. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Perikanan dan Kelautan serta Magister Sains Ilmu Lingkungan, Yeeri memiliki fokus keahlian yang mendalam pada bidang ekologi dan biologi lingkungan, terutama yang berkaitan dengan lingkungan pesisir (coastal environment). Ia aktif berkontribusi dalam dunia penelitian melalui berbagai publikasi ilmiah, Ia aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan modul dan bahan ajar di bidang ekologi dan ilmu lingkungan.
Penelitian Yeeri Badrun di sektor pesisir dan laut menunjukkan fokus yang kuat pada pemantauan kualitas lingkungan di wilayah perairan strategis Riau dan Kepulauan Riau, yang rentan terhadap aktivitas industri dan transportasi laut. Salah satu riset utamanya menyoroti dampak pencemaran, seperti analisis hubungan antara produktivitas primer fitoplankton dengan kandungan minyak di perairan pesisir Kota Dumai, serta pemetaan status kualitas air dan pencemaran logam berat di Selat Rupat. Kajian ini sangat krusial untuk memahami tekanan antropogenik (aktivitas manusia) terhadap ekosistem laut di jalur perdagangan yang sibuk tersebut. Selain itu, ia juga menyusun data dasar (baseline) lingkungan pesisir, sebagai acuan kondisi lingkungan perairan di wilayah kepulauan dan sebagai bagian dari mencari bentuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di pesisir.
Dalam konteks ekosistem intertidal (pasang surut), Yeeri melakukan studi area mangrove di pesisir Dumai, serta meneliti keanekaragaman hayati di dalamnya. Riset-riset ini tidak hanya memetakan kondisi bio fisik pantai, tetapi juga memberikan gambaran mengenai daya dukung ekosistem pesisir terhadap organisme yang hidup di sana.
Sementara itu, pada lingkup perairan sungai dan estuari (muara), risetnya berpusat pada dinamika hidrologi dan bioindikator kesehatan sungai. Ia pernah menggunakan pendekatan biologis dengan memanfaatkan serangga air dan makrozoobentos sebagai bioindikator untuk menilai kualitas lingkungan Sungai Siak dan sungai di Hutan Adat Imbo Putui. Cakupan riset perairannya bahkan meluas hingga ke Sumatera Barat, di mana ia menganalisis kandungan nutrien (nitrat, fosfat, dan silikat) serta pengaruhnya terhadap kelimpahan plankton di perairan muara Batang Arau.
Selain berkiprah di dunia akademik, Yeeri Badrun juga berpengalaman sebagai konsultan lingkungan yang terlibat dalam berbagai penyusunan dokumen lingkungan seperti EBA, AMDAL, UKL-UPL, RKL-RPL, dan kajian teknis lingkungan lainnya.