Biografi Pendekar Rajawali Muhammad Anas Tan Fung Wie

Biografi Pendekar Rajawali Muhammad Anas Tan Fung Wie

Kategori
Psikologi
Penerbit
UmriPress
ISBN
dhhddk
Halaman
97 hal
Terbit
22 Sep 2026
Dimensi
15.5 x 23
Stok
0
Format tersedia
Hardcopy

KATA KUNCI

Pendekar. Rajawati

Coming Soon

Buku sedang dalam persiapan. Pantau terus untuk info rilis!

Biografi Pendekar Rajawali Muhammad Anas Tan Fung Wie merupakan catatan perjalanan hidup dan

perjuangan seorang tokoh penting dalam perkembangan Perguruan Seni Beladiri Indonesia

Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Buku ini mengisahkan perjalanan Muhammad Anas sejak ketertarikannya terhadap ilmu beladiri dan pengobatan, proses pencarian jati diri, hingga menemukan jalan Islam dan mengabdikan

keilmuannya melalui Tapak Suci. Perjalanan tersebut membawa beliau dari Jakarta ke berbagai daerah

dalam rangka membina, mendidik, dan mengembangkan generasi muda Tapak Suci. Tidak hanya mengulas kemampuan dan pengalaman beliau dalam dunia beladiri, buku ini juga merekam pola pendidikan, nilai-nilai yang ditanamkan kepada

anak dan murid, perjuangan, serta pesan-pesan beliau. Kesaksian para sahabat dan murid turut memberikan

gambaran tentang sosok Muhammad Anas dari berbagai sisi. Melalui wawancara dan penelusuran berbagai sumber,

buku ini berupaya mendokumentasikan perjalanan hidup Pendekar Utama Muhammad Anas sebagai

bagian dari sejarah Tapak Suci, sekaligus menjaga nilai dan keteladanan yang diwariskannya kepada generasi

penerus. Dari perjalanan tersebut, pembaca diajak mengenal Muhammad Anas bukan hanya sebagai seorang ahli

beladiri, tetapi juga sebagai guru, pendidik, pembina, dan sosok yang mengabdikan ilmu untuk membentuk

generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian

KATA PENGANTAR v

DAFTAR ISI vii

DAFTAR GAMBAR ix

BAB I 1

RAJAWALI MENEMUKAN JATIDIRI 1

1.1. LATAR BELAKANG 1

1.2. HAUS ILMU BELADIRI DAN PENGOBATAN 2

1.3. ISLAM MEMANGGIL TAN FUNG WIE 4

BAB II 8

RAJAWALI MUNCUL DARI JAKARTA 8

2.1. BERDIRINYA TAPAK SUCI DKI JAKARTA 8

2.2. MANUSIA BARU LAHIR DARI TAPAK SUCI 9

2.3. MEMPERHATIKAN DARI BALIK BAYANGAN 14

2.4. LAHIRNYA PENDEKAR RAJAWALI 17

2.5. PERTARUNGAN DEMI PERTARUNGAN 23

2.5.1. PERTARUNGAN DI CIKINI 23

2.5.2. PERTARUNGAN DI SAWAH BESAR 24

2.5.3. MENYELAMATKAN SENSEN 25

BAB III 28

MEMBINA RAJAWALI MUDA 28

3.1. DARI KARTINI KEBERBAGAI DAERAH 28

3.2. POLA PENDIDIKAN 29

3.2.1. PENDIDIKAN PRIBADI 30

3.2.2. PENDIDIKAN KEPADA ANAK - ANAK 33

3.2.3. PENDIDIKAN KEPADA MURID 34

3.3. PENGHARGAAN DAN HUKUMAN 43

3.4. HARGA DIRI, JANGAN TAKUT 46

3.5. DARI KARTINI UNTUK DUNIA 46

3.6. KESIMPULAN 48

BAB IV 49

RAJAWALI MENGHADAP PENCIPTANYA 49

4.1 PENYAKIT YANG MENGHAMPIRI 49

4.2 DETIK AKHIR PENDEKAR RAJAWALI 51

4.3 RAJAWALI MENGHADAP PENCIPTANYA 52

BAB V 55

MEMBUKA TABIR KEBENARAN 55

5.1 PESAN SANG PENDEKAR 55

5.1.1 KEPADA PENDEKAR UTAMA MUS SUHERMAN. 56

5.1.2 KEPADA PENDEKAR UTAMA RAYO SIHOMBING. 56

5.1.3 KEPADA PENDEKAR KEPALA ROCHMAT. 56

5.1.4 KEPADA PENDEKAR UTAMA MUSA. 56

5.1.5 KEPADA PENDEKAR MADYA FATONI. 56

5.1.6 KEPADA PENDEKAR MADYA HARIDO. 56

5.2 MEMBANTAH FITNAH 57

5.2.1 MASUK ISLAM KARENA KALAH DARI PENDEKAR BESAR BARIE IRSYAD. 57

5.2.2 PENDEKAR MATA DUITAN. 58

5.2.3 MENGAJARKAN ILMU MISTIK ALIAS DUKUN. 58

5.2.4 SUKA MABUK 59

5.2.5 ORANG TUA MENDATANGKAN GURU BELADIRI KE RUMAH 59

5.3 DIMATA PARA SAHABAT DAN PARA MURID 59

5.3.1 PENDEKAR BESAR MUHAMMAD SIDDIK SP 59

5.3.2 PENDEKAR UTAMA MUS SUHERMAN. 60

5.3.3 PENDEKAR UTAMA RAYO SIHOMBING. 60

5.3.4 PENDEKAR KEPALA ROCHMAT. 60

5.3.5 PENDEKAR MUDA DRAJAT M. DJAELANI. 61

5.3.6 PENDEKAR UTAMA SUWARJO. 61

5.3.7 PENDEKAR MADYA FATONI. 62

5.3.8 PENDEKAR MUDA WAWAN RUSTIWAN. 62

5.3.9 PENDEKAR MUDA YOYO MAULANA. 63

5.3.10 KADER UTAMA HERU YUNARTO. 63

5.3.11 PENDEKAR MADYA HARIDO ACHMAD. 63

FOTO KENANGAN 64

NARASUMBER 73

Foto itu seperti pertemuan banyak sungai dalam satu muara kenangan. Para narasumber bersanding.

Wajah mereka berbeda, usia mereka tak sama, latar hidup mereka beragam. Namun ada satu benang yang mengikat semuanya: Rajawali yang pernah menyentuh hidup mereka. Mereka bukan hanya saksi sejarah. Mereka adalah penjaga api. Dari bibir merekalah kisah Rajawali kembali bernapas. Dari ingatan merekalah nilai – nilai itu tidak membeku menjadi mitos, tetapi tetap hidup sebagai teladan.

Foto itu bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah pernyataan bahwa seorang pendekar tidak pernah benar benar pergi. Selama masih ada yang bersedia menceritakan keteguhannya, kesederhanaannya, keberaniannya, maka sayap Rajawali tetap terbentang di langit kesadaran banyak orang.


Komentar

Tulis Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui admin

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!