Biografi Pendekar Rajawali Muhammad Anas Tan Fung Wie
KATA KUNCI
Pendekar. Rajawati
Coming Soon
Buku sedang dalam persiapan. Pantau terus untuk info rilis!
Biografi Pendekar Rajawali Muhammad Anas Tan Fung Wie merupakan catatan perjalanan hidup dan
perjuangan seorang tokoh penting dalam perkembangan Perguruan Seni Beladiri Indonesia
Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Buku ini mengisahkan perjalanan Muhammad Anas sejak ketertarikannya terhadap ilmu beladiri dan pengobatan, proses pencarian jati diri, hingga menemukan jalan Islam dan mengabdikan
keilmuannya melalui Tapak Suci. Perjalanan tersebut membawa beliau dari Jakarta ke berbagai daerah
dalam rangka membina, mendidik, dan mengembangkan generasi muda Tapak Suci. Tidak hanya mengulas kemampuan dan pengalaman beliau dalam dunia beladiri, buku ini juga merekam pola pendidikan, nilai-nilai yang ditanamkan kepada
anak dan murid, perjuangan, serta pesan-pesan beliau. Kesaksian para sahabat dan murid turut memberikan
gambaran tentang sosok Muhammad Anas dari berbagai sisi. Melalui wawancara dan penelusuran berbagai sumber,
buku ini berupaya mendokumentasikan perjalanan hidup Pendekar Utama Muhammad Anas sebagai
bagian dari sejarah Tapak Suci, sekaligus menjaga nilai dan keteladanan yang diwariskannya kepada generasi
penerus. Dari perjalanan tersebut, pembaca diajak mengenal Muhammad Anas bukan hanya sebagai seorang ahli
beladiri, tetapi juga sebagai guru, pendidik, pembina, dan sosok yang mengabdikan ilmu untuk membentuk
generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian
1.2. HAUS ILMU BELADIRI DAN PENGOBATAN 2
1.3. ISLAM MEMANGGIL TAN FUNG WIE 4
RAJAWALI MUNCUL DARI JAKARTA 8
2.1. BERDIRINYA TAPAK SUCI DKI JAKARTA 8
2.2. MANUSIA BARU LAHIR DARI TAPAK SUCI 9
2.3. MEMPERHATIKAN DARI BALIK BAYANGAN 14
2.4. LAHIRNYA PENDEKAR RAJAWALI 17
2.5. PERTARUNGAN DEMI PERTARUNGAN 23
2.5.1. PERTARUNGAN DI CIKINI 23
2.5.2. PERTARUNGAN DI SAWAH BESAR 24
2.5.3. MENYELAMATKAN SENSEN 25
3.1. DARI KARTINI KEBERBAGAI DAERAH 28
3.2.2. PENDIDIKAN KEPADA ANAK - ANAK 33
3.2.3. PENDIDIKAN KEPADA MURID 34
3.3. PENGHARGAAN DAN HUKUMAN 43
3.4. HARGA DIRI, JANGAN TAKUT 46
3.5. DARI KARTINI UNTUK DUNIA 46
RAJAWALI MENGHADAP PENCIPTANYA 49
4.1 PENYAKIT YANG MENGHAMPIRI 49
4.2 DETIK AKHIR PENDEKAR RAJAWALI 51
4.3 RAJAWALI MENGHADAP PENCIPTANYA 52
5.1.1 KEPADA PENDEKAR UTAMA MUS SUHERMAN. 56
5.1.2 KEPADA PENDEKAR UTAMA RAYO SIHOMBING. 56
5.1.3 KEPADA PENDEKAR KEPALA ROCHMAT. 56
5.1.4 KEPADA PENDEKAR UTAMA MUSA. 56
5.1.5 KEPADA PENDEKAR MADYA FATONI. 56
5.1.6 KEPADA PENDEKAR MADYA HARIDO. 56
5.2.1 MASUK ISLAM KARENA KALAH DARI PENDEKAR BESAR BARIE IRSYAD. 57
5.2.2 PENDEKAR MATA DUITAN. 58
5.2.3 MENGAJARKAN ILMU MISTIK ALIAS DUKUN. 58
5.2.5 ORANG TUA MENDATANGKAN GURU BELADIRI KE RUMAH 59
5.3 DIMATA PARA SAHABAT DAN PARA MURID 59
5.3.1 PENDEKAR BESAR MUHAMMAD SIDDIK SP 59
5.3.2 PENDEKAR UTAMA MUS SUHERMAN. 60
5.3.3 PENDEKAR UTAMA RAYO SIHOMBING. 60
5.3.4 PENDEKAR KEPALA ROCHMAT. 60
5.3.5 PENDEKAR MUDA DRAJAT M. DJAELANI. 61
5.3.6 PENDEKAR UTAMA SUWARJO. 61
5.3.7 PENDEKAR MADYA FATONI. 62
5.3.8 PENDEKAR MUDA WAWAN RUSTIWAN. 62
5.3.9 PENDEKAR MUDA YOYO MAULANA. 63
5.3.10 KADER UTAMA HERU YUNARTO. 63
Foto itu seperti pertemuan banyak sungai dalam satu muara kenangan. Para narasumber bersanding.
Wajah mereka berbeda, usia mereka tak sama, latar hidup mereka beragam. Namun ada satu benang yang mengikat semuanya: Rajawali yang pernah menyentuh hidup mereka. Mereka bukan hanya saksi sejarah. Mereka adalah penjaga api. Dari bibir merekalah kisah Rajawali kembali bernapas. Dari ingatan merekalah nilai – nilai itu tidak membeku menjadi mitos, tetapi tetap hidup sebagai teladan.
Foto itu bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah pernyataan bahwa seorang pendekar tidak pernah benar benar pergi. Selama masih ada yang bersedia menceritakan keteguhannya, kesederhanaannya, keberaniannya, maka sayap Rajawali tetap terbentang di langit kesadaran banyak orang.
Komentar
Tulis Komentar
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!